{"id":3192,"date":"2025-12-11T19:06:29","date_gmt":"2025-12-11T19:06:29","guid":{"rendered":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192"},"modified":"2025-12-12T03:17:55","modified_gmt":"2025-12-12T03:17:55","slug":"dari-komunitas-kecil-ke-mainstream-peran-tiktok-dalam-globalisasi-alternative-fashion","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192","title":{"rendered":"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum kemunculan TikTok, subkultur\u00a0<em>alternative fashion<\/em>\u2014seperti Goth, Emo, dan Punk\u2014berevolusi secara organik dalam komunitas kecil, seringkali sebagai bentuk perlawanan yang disengaja terhadap arus mode\u00a0<em>mainstream<\/em>.\u00a0Namun, dalam beberapa tahun terakhir, platform video pendek ini telah bertindak sebagai mesin globalisasi yang super cepat, mengambil estetika\u00a0<em>niche<\/em>\u00a0tersebut dan menyajikannya di hadapan miliaran pengguna global. Proses ini\u2014yang didorong oleh algoritma unik dan budaya\u00a0<em>challenge<\/em>\u00a0yang adiktif\u2014tidak hanya menyebarkan gaya, tetapi juga secara fundamental mengubah kecepatan siklus mode dan memunculkan isu otentisitas dan komodifikasi.<\/p>\n<p><strong>Mekanisme Viral: Algoritma dan Suara yang Mendefinisikan Subkultur<\/strong><\/p>\n<p>Transformasi dari\u00a0<em>niche<\/em>\u00a0ke\u00a0<em>mainstream<\/em>\u00a0di TikTok adalah hasil langsung dari struktur platform itu sendiri.<\/p>\n<p><strong>Kekuatan Algoritma &#8220;Filter Bubble&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Tidak seperti platform media sosial yang mengandalkan jaringan pertemanan, mesin rekomendasi TikTok (For You Page\/FYP) bertujuan untuk memprediksi minat pengguna dengan cepat.\u00a0Algoritma ini mempertimbangkan interaksi pengguna (suka, komentar, berbagi), informasi video (tagar, suara), serta durasi tontonan.<\/p>\n<p>Algoritma TikTok terbukti sangat agresif dalam menyalurkan pengguna ke dalam minat spesifik, yang sering kali menciptakan\u00a0<strong>&#8220;filter bubble&#8221;<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>&#8220;echo chamber&#8221;<\/strong>.\u00a0Jika seorang pengguna menunjukkan minat pada #altfashion\u2014yang mengumpulkan lebih dari 1,8 miliar tampilan pada tahun 2023\u00a0\u2014TikTok akan segera membanjiri FYP mereka dengan konten yang serupa, memperkenalkan estetika seperti Dark Academia, Cottagecore, atau E-Girl dalam waktu singkat.<\/p>\n<p><strong>Peran Sentral\u00a0<em>Trending Sounds<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Challenges<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Viralitas mode di TikTok sangat bergantung pada\u00a0<em>trending sounds<\/em>\u00a0atau musik. Musik dan suara berfungsi sebagai &#8220;bahan bakar utama&#8221; untuk penemuan dan viralitas. Ketika sebuah\u00a0<em>sound<\/em>\u00a0menjadi viral, konten yang menggunakannya\u2014termasuk\u00a0<em>challenge<\/em>\u00a0fashion\u2014mendapatkan dorongan visibilitas yang masif.<\/p>\n<p>Fenomena ini memungkinkan terciptanya tren yang sangat spesifik, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>E-Girl Makeup Challenge:<\/strong>\u00a0Salah satu subkultur yang secara visual paling mencolok. E-Girl (<em>Electronic Girl<\/em>), yang merupakan turunan dari e-boys, dicirikan oleh estetika siber yang terinspirasi\u00a0<em>anime<\/em>, penggunaan\u00a0<em>winged eyeliner<\/em>\u00a0yang tajam,\u00a0<em>blush<\/em>\u00a0yang fokus pada tulang pipi dan hidung, serta aksen seperti hati atau tanda\u00a0<em>plus<\/em>\u00a0di bawah mata. Tutorial DIY\u00a0<em>makeup<\/em>\u00a0E-Girl menjadi sangat populer, memungkinkan siapa pun untuk mereplikasi estetika ini secara global.<\/li>\n<li><strong>Dark Academia Aesthetic:<\/strong>\u00a0Gaya yang identik dengan suasana akademis, pustaka, dan pakaian bergaya tahun 1930-an hingga 1950-an, seperti blazer\u00a0<em>tweed<\/em>, kerah bertepung, dan nuansa cokelat tua.\u00a0Subkultur ini sering kali dikaitkan dengan\u00a0<em>sound<\/em>\u00a0klasik kontemporer atau piano instrumental yang menciptakan suasana melankolis dan penuh harap.<\/li>\n<li><strong>Alt TikTok (General):<\/strong>\u00a0Gaya Alt TikTok secara umum memadukan pengaruh Goth, Punk, Emo, dan Grunge.\u00a0Pengguna yang ingin berinteraksi dengan komunitas ini memanfaatkan tagar spesifik untuk menargetkan audiens\u00a0<em>niche<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Siklus ini menciptakan pola imitasi yang cepat di mana kreator meniru konten yang populer, menggunakan formula visual dan audio yang sama untuk mengejar kesuksesan.<\/p>\n<p><strong>Dampak pada Industri Mode: Dari Subkultur ke\u00a0<em>Microtrend<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Globalisasi estetika\u00a0<em>alternative fashion<\/em>\u00a0oleh TikTok membawa dampak transformasional, tetapi juga destruktif, pada industri mode.<\/p>\n<p><strong>Percepatan Siklus Tren (<em>Microtrends<\/em>)<\/strong><\/p>\n<p>TikTok telah memadatkan siklus mode tradisional yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan menjadi hanya beberapa minggu atau bahkan hari, sebuah fenomena yang dikenal sebagai\u00a0<strong>microtrend<\/strong>.\u00a0<em>Microtrend<\/em>\u00a0adalah estetika yang meledak popularitasnya dan menghilang dengan cepat.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, tren Y2K (tahun 2000-an), yang mencakup\u00a0<em>crop tops<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>low-rise jeans<\/em>\u00a0, dihidupkan kembali dan disebarkan ke audiens global melalui konten\u00a0<em>haul<\/em>\u00a0dan tutorial TikTok.<\/p>\n<p><strong>Komodifikasi dan Bahan Bakar\u00a0<em>Fast Fashion<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Pendorong utama di balik percepatan tren ini adalah industri\u00a0<em>fast fashion<\/em>, yang memiliki kemampuan untuk mereplikasi estetika TikTok dengan kecepatan yang tak tertandingi.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kecepatan Replikasi:<\/strong>\u00a0Perusahaan\u00a0<em>fast fashion<\/em>\u00a0modern, seperti Shein, tidak lagi mengandalkan prediksi musim. Mereka beroperasi berdasarkan data\u00a0<em>real-time<\/em>\u00a0dari perilaku konsumen di aplikasi dan media sosial, memungkinkan mereka untuk memproduksi batch awal (100\u2013200 unit) dan menguji pasar secara instan. Seluruh siklus dari desain-ke-rak dapat dipadatkan menjadi\u00a0<strong>7 hingga 14 hari<\/strong>, atau bahkan\u00a0<strong>3\u20137 hari<\/strong>. Kecepatan ini jauh melampaui pesaing seperti Zara (3\u20134 minggu) atau ritel tradisional (6\u20139 bulan).<\/li>\n<li><strong>Budaya Konsumtif:<\/strong>\u00a0Komodifikasi yang masif ini mendorong budaya konsumtif yang berlebihan (<em>overconsumption<\/em>), didorong oleh konten\u00a0<em>haul<\/em>\u00a0di TikTok.\u00a0Peningkatan konsumsi ini sangat membebani lingkungan, di mana produksi\u00a0<em>fast fashion<\/em>\u00a0sering menghasilkan limbah beracun yang mencemari air dan ekosistem.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Isu Otentisitas dan Komersialisasi Simbol Subkultur<\/strong><\/p>\n<p>Dampak terbesar TikTok adalah hilangnya otentisitas dari subkultur yang awalnya bertujuan untuk menentang mode\u00a0<em>mainstream<\/em>.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Komodifikasi Identitas:<\/strong>\u00a0Simbol-simbol subkultur\u2014seperti rantai dan platform Goth, atau estetika yang gelap dari Dark Academia\u2014diambil dan diubah menjadi\u00a0<em>caption<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>hashtag<\/em>\u00a0untuk mendapatkan\u00a0<em>likes<\/em>\u00a0dan meningkatkan penjualan. Tanda tangan visual subkultur kini hanya menjadi &#8220;cheat code&#8221; untuk popularitas instan, mengaburkan makna identitas komunitas yang mendalam.<\/li>\n<li><strong>Appropriasi Kultural:<\/strong>\u00a0Tren fashion yang cepat di TikTok juga memicu isu appropriasi kultural.\u00a0Sebagai contoh, gaya\u00a0<em>athleisure<\/em>\u00a0dan kaus olahraga yang baru-baru ini dipopulerkan sebagai\u00a0<em>Blokecore<\/em>\u00a0di TikTok, sebenarnya berasal dari komunitas Black dan Latine yang telah menggunakan gaya tersebut selama beberapa dekade untuk mewakili lingkungan mereka (&#8220;Block-core&#8221;).\u00a0Ketika gaya ini diadopsi oleh pengguna mayoritas, otentisitasnya dicuri dan dijual kembali dalam kemasan baru.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Kesimpulan: Jembatan yang Menghubungkan dan Mengancam<\/strong><\/p>\n<p>TikTok berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan komunitas kecil\u00a0<em>alternative fashion<\/em>\u00a0dengan audiens global, memberikan keberanian kepada banyak orang untuk mengekspresikan diri mereka.\u00a0Namun, efisiensi algoritma dan siklus tren yang dipercepat oleh\u00a0<em>fast fashion<\/em>\u00a0telah mengubah nilai inti subkultur menjadi komoditas visual yang cepat muncul dan cepat hilang (<em>microtrends<\/em>).<\/p>\n<p>Kreator dan konsumen kini menghadapi dilema: merangkul viralitas dan\u00a0<em>reach<\/em>\u00a0global yang ditawarkan TikTok, sambil berjuang mempertahankan kedalaman, otentisitas, dan kesadaran etis terhadap asal-usul subkultur tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum kemunculan TikTok, subkultur\u00a0alternative fashion\u2014seperti Goth, Emo, dan Punk\u2014berevolusi secara organik dalam komunitas kecil, seringkali sebagai bentuk perlawanan yang disengaja terhadap arus mode\u00a0mainstream.\u00a0Namun, dalam beberapa tahun terakhir, platform video pendek ini telah bertindak sebagai mesin globalisasi yang super cepat, mengambil estetika\u00a0niche\u00a0tersebut dan menyajikannya di hadapan miliaran pengguna global. Proses ini\u2014yang didorong oleh algoritma unik dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3246,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sorotan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion - Sosialite :<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion - Sosialite :\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebelum kemunculan TikTok, subkultur\u00a0alternative fashion\u2014seperti Goth, Emo, dan Punk\u2014berevolusi secara organik dalam komunitas kecil, seringkali sebagai bentuk perlawanan yang disengaja terhadap arus mode\u00a0mainstream.\u00a0Namun, dalam beberapa tahun terakhir, platform video pendek ini telah bertindak sebagai mesin globalisasi yang super cepat, mengambil estetika\u00a0niche\u00a0tersebut dan menyajikannya di hadapan miliaran pengguna global. Proses ini\u2014yang didorong oleh algoritma unik dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sosialite :\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-11T19:06:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-12T03:17:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"612\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"561\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be\"},\"headline\":\"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion\",\"datePublished\":\"2025-12-11T19:06:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-12T03:17:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192\"},\"wordCount\":864,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png\",\"articleSection\":[\"Sorotan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192\",\"name\":\"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion - Sosialite :\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png\",\"datePublished\":\"2025-12-11T19:06:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-12T03:17:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png\",\"width\":612,\"height\":561},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sosialite.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/\",\"name\":\"Sosialite :\",\"description\":\"Fashion, Food and Fun\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sosialite.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\",\"name\":\"Sosialite :\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png\",\"width\":518,\"height\":171,\"caption\":\"Sosialite : \"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sosialite.com\"],\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion - Sosialite :","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion - Sosialite :","og_description":"Sebelum kemunculan TikTok, subkultur\u00a0alternative fashion\u2014seperti Goth, Emo, dan Punk\u2014berevolusi secara organik dalam komunitas kecil, seringkali sebagai bentuk perlawanan yang disengaja terhadap arus mode\u00a0mainstream.\u00a0Namun, dalam beberapa tahun terakhir, platform video pendek ini telah bertindak sebagai mesin globalisasi yang super cepat, mengambil estetika\u00a0niche\u00a0tersebut dan menyajikannya di hadapan miliaran pengguna global. Proses ini\u2014yang didorong oleh algoritma unik dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192","og_site_name":"Sosialite :","article_published_time":"2025-12-11T19:06:29+00:00","article_modified_time":"2025-12-12T03:17:55+00:00","og_image":[{"width":612,"height":561,"url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be"},"headline":"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion","datePublished":"2025-12-11T19:06:29+00:00","dateModified":"2025-12-12T03:17:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192"},"wordCount":864,"publisher":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png","articleSection":["Sorotan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192","url":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192","name":"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion - Sosialite :","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png","datePublished":"2025-12-11T19:06:29+00:00","dateModified":"2025-12-12T03:17:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sosialite.com\/?p=3192"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#primaryimage","url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png","contentUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/altte.png","width":612,"height":561},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=3192#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sosialite.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Komunitas Kecil ke Mainstream: Peran TikTok dalam Globalisasi Alternative Fashion"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#website","url":"https:\/\/sosialite.com\/","name":"Sosialite :","description":"Fashion, Food and Fun","publisher":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sosialite.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization","name":"Sosialite :","url":"https:\/\/sosialite.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png","contentUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png","width":518,"height":171,"caption":"Sosialite : "},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/sosialite.com"],"url":"https:\/\/sosialite.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3193,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3192\/revisions\/3193"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}