{"id":2980,"date":"2025-11-29T17:17:41","date_gmt":"2025-11-29T17:17:41","guid":{"rendered":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980"},"modified":"2025-11-29T18:19:51","modified_gmt":"2025-11-29T18:19:51","slug":"siluet-drama-kebangkitan-volume-ekstrem-dan-bubble-hem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980","title":{"rendered":"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mode sebagai Ekspresi Maksimalis<\/strong><\/p>\n<p>Dalam lanskap mode siap pakai (<em>ready-to-wear<\/em>) kontemporer, telah terjadi pergeseran seismik dari minimalisme yang ramping menuju siluet yang dramatis dan bervolume. Tren ini, yang dicirikan oleh lapisan kain yang melimpah, bentuk-bentuk yang mengembang, dan garis hem yang dilebih-lebihkan, mewakili kembalinya estetika maksimalis yang merayakan &#8220;semangat lebih adalah lebih&#8221; (<em>more is more<\/em>).\u00a0Kebangkitan volume yang mencolok ini, pasca-periode isolasi, berfungsi sebagai pernyataan kuat yang berpusat pada penciptaan kehadiran dan pendudukan ruang.<\/p>\n<p>Kunci utama di balik tren ini adalah pengaruh seni skulptural dan arsitektur, di mana kain diperlakukan bukan hanya sebagai penutup, tetapi sebagai bahan mentah yang dapat dibentuk layaknya tanah liat atau batu.\u00a0Desainer terkemuka, terutama Rei Kawakubo dari Comme des Gar\u00e7ons dan interpretasi yang lebih lembut dari rumah mode seperti Chlo\u00e9, telah memimpin jalan, mentransformasi pakaian menjadi\u00a0<strong>seni yang dapat dikenakan<\/strong>\u00a0(<em>wearable art<\/em>).<\/p>\n<p><strong>Pengaruh Seni Skulptural pada Formasi Pakaian<\/strong><\/p>\n<p>Hubungan antara mode dan seni pahat berakar pada manipulasi bentuk tiga dimensi. Sama seperti pematung yang bekerja dengan struktur, keseimbangan, dan proporsi untuk mencapai efek yang diinginkan, perancang busana menggunakan teknik seperti menjahit,\u00a0<em>draping<\/em>, dan pelipatan kain untuk menciptakan siluet yang memperkuat atau mengubah garis alami tubuh.<\/p>\n<p>Filosofi ini mendorong perancang untuk bereksperimen dengan material yang secara tradisional digunakan untuk konstruksi kaku, seperti\u00a0<em>taffeta<\/em>,\u00a0<em>tulle<\/em>,\u00a0<em>poplin<\/em>\u00a0yang dilapis, atau bahkan\u00a0<em>crinoline<\/em>\u00a0(crynolin).\u00a0Hasilnya adalah pakaian yang memiliki bentuk arsitektural yang kuat, menantang persepsi konvensional tentang pakaian dan tubuh.<\/p>\n<p><strong>Studi Kasus I: Comme des Gar\u00e7ons \u2014 Abstraksi dan Volume Radikal<\/strong><\/p>\n<p>Rei Kawakubo, melalui rumah modenya Comme des Gar\u00e7ons (CdG), adalah arsitek utama di balik penggunaan volume ekstrem yang sarat filosofi. Koleksi-koleksinya sering dianggap sebagai pertunjukan yang puitis dan mengganggu, menolak klasifikasi yang mudah dan mendefinisikan kembali kecantikan.<\/p>\n<p><strong>Volume sebagai Manifestasi Filosofi<\/strong><\/p>\n<p>Kawakubo sering mengeksplorasi konsep\u00a0<em>in-betweenness<\/em>\u2014ruang antara batasan\u2014dan ide tentang\u00a0<em>koan mu<\/em>\u00a0(kekosongan) dan\u00a0<em>ma<\/em>\u00a0(ruang).\u00a0Dalam koleksi terakhirnya, CdG telah merangkul visi di mana &#8220;kecantikan dapat bangkit dari ketidaksempurnaan&#8221; dan nilai dapat lahir dari &#8220;kerusakan hal-hal yang sempurna&#8221;.<\/p>\n<p>Pakaian dalam koleksi seperti Musim Semi\/Musim Panas 2026 sering kali tampak seperti patung, bukan pakaian biasa.\u00a0Kawakubo menggunakan material kasar seperti\u00a0<em>burlap<\/em>\u00a0(kain goni),\u00a0<em>jute<\/em>,\u00a0<em>calico<\/em>, dan\u00a0<em>lace<\/em>\u00a0yang dibundel dan dibentuk ulang menjadi siluet abstrak, menciptakan bentuk-bentuk\u00a0<em>bulbous<\/em>\u00a0(membulat) yang membawa kisah transformasi dan pembaharuan.<\/p>\n<p><strong>Dekonstruksi Setelan dan Bentuk Skulptural<\/strong><\/p>\n<p>Bahkan dalam lini busana pria, Kawakubo menerapkan inovasi radikal, mengubah setelan tradisional menjadi bentuk yang dinamis dan hampir skulptural.\u00a0Koleksinya menampilkan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Bentuk\u00a0<em>Pannier<\/em>\u00a0dan Pinggul Berlebihan:<\/strong>\u00a0Volume berlapis dan bentuk\u00a0<em>pannier<\/em>\u00a0ditambahkan ke area pinggul, yang secara teatrikal mendistorsi siluet.<\/li>\n<li><strong>Lapisan dan Tekstur:<\/strong>\u00a0Jaket yang dipotong dan dipasang kembali, dengan penambahan bantalan (<em>padded<\/em>) dan volume yang meniru baju zirah (<em>armor-like<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Melalui teknik-teknik ini, Kawakubo mengubah pakaian menjadi medium untuk gangguan, ritual, dan ekspresi emosional, menegaskan bahwa pakaian adalah bentuk seni ekspresif yang berdiri di perbatasan seni rupa dan arsitektur.<\/p>\n<p><strong>Kebangkitan Siluet Siap Pakai Ikonik<\/strong><\/p>\n<p>Di sisi lain spektrum, volume dramatis diterjemahkan menjadi tren yang lebih mudah dikenakan, menghidupkan kembali siluet ikonik dari sejarah mode.<\/p>\n<p><strong><em>Bubble Hem<\/em><\/strong><strong>\u00a0(Keliman Gelembung)<\/strong><\/p>\n<p>Rok atau gaun\u00a0<em>bubble hem<\/em>\u00a0yang mengembang telah kembali, menambah struktur dan gerakan yang menyenangkan.\u00a0Siluet bervolume yang membulat ini dipopulerkan oleh\u00a0<strong>Crist\u00f3bal Balenciaga<\/strong>\u00a0pada akhir tahun 1950-an.\u00a0Balenciaga dikenal karena desainnya yang menciptakan bentuk-bentuk besar yang menjauh dari tubuh, sering kali dalam bentuk\u00a0<em>cocoon<\/em>\u00a0(kepompong) atau\u00a0<em>sack dress<\/em>\u00a0yang menghasilkan bentuk arsitektural yang kuat.\u00a0Kebangkitan\u00a0<em>bubble hem<\/em>\u00a0dan bentuk Balenciaga yang terstruktur menunjukkan keinginan modern akan romansa dan drama tanpa keributan.<\/p>\n<p><strong>Chlo\u00e9 dan Feminitas Bebas<\/strong><\/p>\n<p>Rumah mode seperti Chlo\u00e9 juga membawa kembali volume yang disempurnakan. Koleksi mereka telah bergeser dari gaun\u00a0<em>smock<\/em>\u00a0yang bervolume menuju lapisan yang\u00a0<em>frothed up<\/em>\u00a0(berbusa) dan berumbai (<em>frills<\/em>).\u00a0Awalnya, koleksi Chlo\u00e9 di akhir tahun 1950-an mengambil inspirasi dari siluet\u00a0<em>couture<\/em>\u00a0tetapi mencapai bentuk bervolume\u00a0<strong>tanpa mengandalkan lapisan dalam, bantalan, atau tulang korset<\/strong>\u00a0(<em>boning<\/em>).\u00a0Pendekatan ini mewujudkan &#8220;feminitas bebas&#8221; yang dihidupkan kembali, di mana volume dicapai melalui manipulasi kain dan pelapisan, bukan melalui struktur yang membatasi.<\/p>\n<p><strong>Tren Unorthodox: Rok di Atas Celana (<em>Skirt Over Pants<\/em>)<\/strong><\/p>\n<p>Tren dramatisasi siluet juga meluas ke teknik penataan (<em>styling<\/em>) melalui fenomena\u00a0<em>skirt over pants<\/em>\u00a0(rok di atas celana), atau\u00a0<em>skousers<\/em>. Tren ini, yang populer di awal tahun 2000-an, kini kembali sebagai pernyataan individualitas dan penegasan diri.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Akar Historis:<\/strong>\u00a0Gaya berlapis ini memiliki akar yang dalam dalam praktik tradisional Asia dan Timur Tengah.\u00a0Di Barat, tren ini juga dikaitkan dengan aktivis hak-hak perempuan Amelia Bloomer di tahun 1850-an, yang mempopulerkan &#8220;kostum\u00a0<em>bloomer<\/em>&#8220;\u2014celana panjang yang digulung di pergelangan kaki yang dikenakan di bawah gaun longgar\u2014sebagai bentuk pemberontakan melawan\u00a0<em>petticoat<\/em>\u00a0dan korset yang membatasi.<\/li>\n<li><strong>Pernyataan Modern:<\/strong>\u00a0Saat ini, desainer seperti Chopova Lowena dan Peter Do telah menampilkan tren ini di\u00a0<em>runway<\/em>.\u00a0Siluet\u00a0<em>skirt over pants<\/em>\u00a0diadopsi untuk kenyamanan, kepraktisan (terutama untuk hari-hari yang panjang), dan sebagai cara untuk menggabungkan pakaian yang berbeda, mengubah celana panjang di bawah rok menjadi pengganti stoking yang lebih tegas dan berani.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Kebangkitan siluet bervolume dan\u00a0<em>bubble hem<\/em>, dari bentuk arsitektural radikal Comme des Gar\u00e7ons hingga interpretasi siap pakai yang lebih romantis, menegaskan kembali mode sebagai media seni yang kuat.<\/p>\n<p>Volume dalam mode, seperti dalam seni patung, adalah tentang\u00a0<strong>menciptakan kehadiran dan mengambil ruang<\/strong>.\u00a0Ini adalah respons terhadap ketidakpastian zaman, di mana pakaian yang mencolok menawarkan perlindungan simbolis (<em>armor-like<\/em>) dan platform untuk ekspresi emosional.\u00a0Dengan merangkul bentuk-bentuk yang dilebih-lebihkan, desainer tidak hanya menjual pakaian, tetapi menawarkan kesempatan bagi pemakainya untuk membuat pernyataan yang tidak dapat diabaikan di dunia yang semakin bising.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mode sebagai Ekspresi Maksimalis Dalam lanskap mode siap pakai (ready-to-wear) kontemporer, telah terjadi pergeseran seismik dari minimalisme yang ramping menuju siluet yang dramatis dan bervolume. Tren ini, yang dicirikan oleh lapisan kain yang melimpah, bentuk-bentuk yang mengembang, dan garis hem yang dilebih-lebihkan, mewakili kembalinya estetika maksimalis yang merayakan &#8220;semangat lebih adalah lebih&#8221; (more is more).\u00a0Kebangkitan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3003,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fashion"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem - Sosialite :<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem - Sosialite :\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mode sebagai Ekspresi Maksimalis Dalam lanskap mode siap pakai (ready-to-wear) kontemporer, telah terjadi pergeseran seismik dari minimalisme yang ramping menuju siluet yang dramatis dan bervolume. Tren ini, yang dicirikan oleh lapisan kain yang melimpah, bentuk-bentuk yang mengembang, dan garis hem yang dilebih-lebihkan, mewakili kembalinya estetika maksimalis yang merayakan &#8220;semangat lebih adalah lebih&#8221; (more is more).\u00a0Kebangkitan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sosialite :\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-29T17:17:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-29T18:19:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"669\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"582\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be\"},\"headline\":\"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem\",\"datePublished\":\"2025-11-29T17:17:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-29T18:19:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980\"},\"wordCount\":900,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png\",\"articleSection\":[\"Fashion\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980\",\"name\":\"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem - Sosialite :\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png\",\"datePublished\":\"2025-11-29T17:17:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-29T18:19:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png\",\"width\":669,\"height\":582},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sosialite.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/\",\"name\":\"Sosialite :\",\"description\":\"Fashion, Food and Fun\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sosialite.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\",\"name\":\"Sosialite :\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png\",\"width\":518,\"height\":171,\"caption\":\"Sosialite : \"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sosialite.com\"],\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem - Sosialite :","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem - Sosialite :","og_description":"Mode sebagai Ekspresi Maksimalis Dalam lanskap mode siap pakai (ready-to-wear) kontemporer, telah terjadi pergeseran seismik dari minimalisme yang ramping menuju siluet yang dramatis dan bervolume. Tren ini, yang dicirikan oleh lapisan kain yang melimpah, bentuk-bentuk yang mengembang, dan garis hem yang dilebih-lebihkan, mewakili kembalinya estetika maksimalis yang merayakan &#8220;semangat lebih adalah lebih&#8221; (more is more).\u00a0Kebangkitan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980","og_site_name":"Sosialite :","article_published_time":"2025-11-29T17:17:41+00:00","article_modified_time":"2025-11-29T18:19:51+00:00","og_image":[{"width":669,"height":582,"url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be"},"headline":"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem","datePublished":"2025-11-29T17:17:41+00:00","dateModified":"2025-11-29T18:19:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980"},"wordCount":900,"publisher":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png","articleSection":["Fashion"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980","url":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980","name":"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem - Sosialite :","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png","datePublished":"2025-11-29T17:17:41+00:00","dateModified":"2025-11-29T18:19:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sosialite.com\/?p=2980"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#primaryimage","url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png","contentUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/siluet.png","width":669,"height":582},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=2980#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sosialite.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siluet Drama: Kebangkitan Volume Ekstrem dan\u00a0Bubble Hem"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#website","url":"https:\/\/sosialite.com\/","name":"Sosialite :","description":"Fashion, Food and Fun","publisher":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sosialite.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization","name":"Sosialite :","url":"https:\/\/sosialite.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png","contentUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png","width":518,"height":171,"caption":"Sosialite : "},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/sosialite.com"],"url":"https:\/\/sosialite.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2981,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2980\/revisions\/2981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}