{"id":1066,"date":"2025-09-27T08:34:59","date_gmt":"2025-09-27T08:34:59","guid":{"rendered":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066"},"modified":"2025-09-27T08:36:44","modified_gmt":"2025-09-27T08:36:44","slug":"pergeseran-tenaga-kerja-as-analisis-pilihan-generasi-z-terhadap-profesi-keahlian-skilled-trades-dan-krisis-kepercayaan-gelar-sarjana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066","title":{"rendered":"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pengantar dan Validasi Fenomena &#8220;Toolbelt Generation&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Tulisan ini menyajikan analisis mendalam mengenai perubahan signifikan dalam lanskap tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang didorong oleh preferensi karier Generasi Z (Gen Z). Data yang terkumpul memvalidasi klaim bahwa sebagian besar Gen Z kini melihat profesi keahlian (<em>skilled trades<\/em>) sebagai jalur karier yang lebih pragmatis dan menjanjikan daripada pekerjaan kantoran tradisional. Sebuah tulisan dari Thumbtack menunjukkan bahwa <strong>55% Gen Z mempertimbangkan karier di bidang <em>skilled trades<\/em><\/strong>, sebuah peningkatan 12 poin persentase dari tahun sebelumnya, menandai pergeseran budaya dan ekonomi yang substansial.<\/p>\n<p>Pergeseran ini, yang menyebabkan Gen Z dijuluki &#8220;Toolbelt Generation&#8221; , tercermin dalam data pendaftaran pendidikan. Minat terhadap sekolah kejuruan (<em>trade schools<\/em>) telah melonjak hampir dua kali lipat sejak tahun 2017. Secara kuantitatif, tren ini terwujud dalam statistik pendaftaran: pendaftaran di <em>vocational-focused community colleges<\/em> naik 16% tahun lalu, mencapai tingkat tertinggi sejak data dilacak pada tahun 2018. Pendaftaran khusus dalam program <em>construction trades<\/em> bahkan meningkat 23%. Selain itu, data penggajian menunjukkan bahwa antara Januari 2019 hingga Mei 2024, pangsa pekerjaan <em>blue-collar<\/em> tumbuh lebih cepat di kalangan pekerja usia awal 20-an dibandingkan dengan kelompok usia 25 hingga 39 tahun, menegaskan adanya perpindahan tenaga kerja muda menuju sektor ini.<\/p>\n<p><strong>Evaluasi Strategis Implikasi Pergeseran<\/strong><\/p>\n<p>Fenomena ini lebih dari sekadar perubahan preferensi; ini adalah respons yang terstruktur dan rasional Gen Z terhadap kegagalan mendasar dalam model pendidikan tinggi tradisional AS. Institusi pendidikan tinggi telah menyaksikan penurunan kepercayaan sebesar 21% selama dekade terakhir, sebuah re-evaluasi yang dipimpin oleh Gen Z.<\/p>\n<p>Peningkatan biaya kuliah umum telah melonjak 140% dalam dua dekade terakhir. Kenaikan biaya yang tidak sebanding dengan hasil investasi ini menciptakan &#8220;krisis kepercayaan&#8221; terhadap nilai gelar sarjana. Akibatnya, Gen Z bertindak layaknya investor rasional yang sangat berhati-hati. Mereka memprioritaskan jalur karier yang menawarkan pendapatan lebih cepat dengan risiko utang minimal, bukan jalur yang hanya menjanjikan prestise sosial. Perhitungan <em>Return on Investment<\/em> (ROI) yang ketat inilah yang mendorong banyak kaum muda untuk memilih jalur yang lebih praktis, sebuah keputusan yang menantang premis ekonomi lama bahwa gelar sarjana adalah satu-satunya jaminan mobilitas ke atas. Jalur <em>trades<\/em> menawarkan jalan yang lebih cepat dan terstruktur menuju pekerjaan yang bermakna.<\/p>\n<p><strong>Krisis Kepercayaan Pendidikan Tinggi dan Analisis ROI yang Berubah<\/strong><\/p>\n<p>Pergeseran generasi menuju <em>trades<\/em> tidak terlepas dari disilusi mendalam Gen Z terhadap model pendidikan empat tahun.<\/p>\n<p><strong>Beban Finansial yang Tidak Berkelanjutan dan Bukti Pesimisme<\/strong><\/p>\n<p>Bagi generasi muda saat ini, beban finansial pendidikan tinggi mencapai titik yang tidak berkelanjutan. Meskipun Gen Z memegang utang mahasiswa rata-rata terendah, angkanya masih sekitar $23,000 per orang. Utang ini, ditambah dengan biaya kuliah yang meroket, mengubah pendidikan tinggi dari investasi yang aman menjadi beban finansial yang berisiko.<\/p>\n<p>Tingkat disilusi ini terbukti melalui data survei yang mengejutkan. Sebuah jajak pendapat Indeed menemukan bahwa <strong>51% lulusan Gen Z kini mengatakan gelar sarjana mereka adalah &#8220;pemborosan uang&#8221;<\/strong>. Bandingkan dengan 41% dari Milenial dan hanya 20% dari \u00a0<em>Baby Boomers<\/em> yang merasakan hal serupa. Secara umum, <strong>46% Gen Z dewasa berpendapat bahwa kuliah tidak sebanding dengan biayanya<\/strong>. Tekanan utang ini memiliki konsekuensi jangka panjang: 38% Gen Z melaporkan bahwa utang mahasiswa telah menghambat pertumbuhan profesional mereka lebih dari yang dibantu oleh gelar tersebut. Para ahli mencatat bahwa untuk beberapa subjek seperti psikologi, filsafat, atau Inggris, gelar sarjana membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun di dunia kerja hanya untuk melunasi biaya kuliahnya.<\/p>\n<p><strong>Perbandingan Kinerja Laba dan Analisis ROI<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu keunggulan terbesar jalur <em>trades<\/em> adalah kecepatan dan efektivitas biaya pendidikan, yang pada gilirannya meningkatkan ROI secara substansial. Biaya rata-rata program <em>trade school<\/em> (sekitar $3,000 hingga $31,580) jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya rata-rata gelar sarjana. Sementara mahasiswa universitas menghabiskan empat tahun mengumpulkan utang, lulusan sekolah kejuruan memasuki dunia kerja setelah 18 hingga 24 bulan dan langsung mulai menghasilkan pendapatan.<\/p>\n<p>Analisis ROI menunjukkan bahwa jalur pendidikan yang lebih pendek ini sering kali menghasilkan pengembalian yang lebih baik. Sebuah tulisan menemukan bahwa <strong>sertifikat dalam <em>technical trades<\/em> sering kali memiliki <em>payoff<\/em> yang lebih tinggi daripada rata-rata gelar sarjana<\/strong>. Meskipun gelar sarjana menawarkan potensi pendapatan seumur hidup yang lebih tinggi ($3.2 juta berbanding $2.6 juta), model <em>trade school<\/em> menghasilkan <em>Return on Investment<\/em> (ROI) sebesar 22 kali lipat, dibandingkan 15 kali lipat untuk kuliah, dan memungkinkan saldo rekening pensiun yang lebih besar karena mereka mulai menabung lebih awal.<\/p>\n<p>Selain itu, gaji awal di sektor <em>trades<\/em> sangat kompetitif. Upah rata-rata per jam di industri konstruksi AS, yaitu $38.30, lebih tinggi dari rata-rata nasional untuk semua pekerjaan ($35.10). Gaji awal untuk tukang ledeng tingkat pemula dapat melebihi $40,000, dengan banyak tukang listrik dan pekerja <em>trades<\/em> berpotensi mencapai gaji enam digit saat pengalaman mereka bertambah, seringkali tanpa utang pendidikan yang signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Table 1: Perbandingan Metrik Finansial Pendidikan: Gelar Sarjana vs. Pendidikan Kejuruan (AS)<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Kriteria Finansial<\/strong><\/td>\n<td><strong>Gelar Sarjana 4 Tahun (Rata-rata)<\/strong><\/td>\n<td><strong>Pendidikan Kejuruan (Trade School\/Apprenticeship)<\/strong><\/td>\n<td><strong>Implikasi Kritis<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Biaya Pendidikan Rata-rata<\/td>\n<td>$87,800 &#8211; $140,000+<\/td>\n<td>$3,000 &#8211; $31,580 (Sangat Rendah)<\/td>\n<td>Perbedaan biaya awal yang masif meminimalkan utang dan risiko.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Utang Mahasiswa Rata-rata (Gen Z)<\/td>\n<td>Sekitar $23,000<\/td>\n<td>Maksimum $10,000 atau Nol (Magang Berbayar)<\/td>\n<td>Utang menghambat pertumbuhan profesional Gen Z.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Waktu Masuk ke Dunia Kerja<\/td>\n<td>4+ tahun<\/td>\n<td>1.5 &#8211; 2 tahun<\/td>\n<td>Keuntungan 2-3 tahun dalam akumulasi pendapatan dan aset pensiun.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Return on Investment (ROI)<\/td>\n<td>Median $160,000 (Sangat bervariasi)<\/td>\n<td>Sertifikat Teknis sering lebih tinggi dari rata-rata S1<\/td>\n<td>ROI <em>trades<\/em> terbayar berkali-kali lebih cepat (22X).<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Gaji Awal (Entry-Level)<\/td>\n<td>Rata-rata sekitar $50,000<\/td>\n<td>Plumber mulai &gt;$40,000; Electrician berpotensi enam digit<\/td>\n<td>Gaji awal kompetitif tanpa beban utang besar.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Dampak Kecemasan AI terhadap Relevansi Gelar<\/strong><\/p>\n<p>Kecemasan mengenai otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi faktor pendorong non-finansial yang signifikan dalam penolakan Gen Z terhadap karier <em>white-collar<\/em>. Gen Z melihat gelar sarjana sebagai jalur yang mahal menuju pekerjaan yang mudah digantikan oleh teknologi. Survei menunjukkan bahwa <strong>45% Gen Z percaya AI telah membuat pendidikan tinggi mereka menjadi tidak relevan<\/strong>, dibandingkan dengan 30% dari populasi umum.<\/p>\n<p>Kekhawatiran ini diperkuat oleh kenyataan pasar kerja saat ini. Pasar kerja <em>entry-level white-collar<\/em> menjadi sangat sulit, di mana 58% lulusan baru masih mencari pekerjaan penuh waktu. Hanya 12% Gen Z yang memiliki pekerjaan yang siap saat mereka lulus, angka yang tiga kali lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya, karena peran <em>entry-level<\/em> menyusut akibat implementasi AI. Pencarian kerja telah menjadi proses yang panjang dan melelahkan, dengan pelamar sering mengirimkan hingga 1,700 aplikasi tanpa hasil yang signifikan. Sebaliknya, \u00a0<em>trades<\/em> menawarkan keterampilan fisik dan pemecahan masalah di lokasi yang dianggap &#8220;tahan AI&#8221; (<em>AI-proof<\/em>) karena sulit diotomatisasi dalam waktu dekat, memberikan rasa keamanan yang dicari oleh generasi ini.<\/p>\n<p><strong>Daya Tarik Intrinsik dan Struktur Karier Profesi Keahlian<\/strong><\/p>\n<p>Pergeseran ke <em>skilled trades<\/em> tidak hanya didorong oleh penolakan terhadap utang dan tekanan kantor, tetapi juga oleh daya tarik intrinsik yang ditawarkan oleh pekerjaan keahlian.<\/p>\n<p><strong>Keamanan Kerja dan Permintaan Pasar yang Tidak Terpenuhi<\/strong><\/p>\n<p>Gen Z memasuki pasar tenaga kerja <em>trades<\/em> dengan daya tawar yang tinggi karena adanya krisis kekurangan tenaga kerja terampil nasional yang parah. Industri konstruksi AS, misalnya, diperkirakan perlu menarik sekitar <strong>501,000 pekerja tambahan<\/strong> pada tahun 2024 di atas laju perekrutan normal, hanya untuk memenuhi permintaan tenaga kerja. Kekurangan tenaga kerja ini diperburuk oleh kebutuhan mendesak untuk mengurangi defisit perumahan, yang diperkirakan oleh NAHB mencapai 1.5 juta rumah, dan proyek infrastruktur besar.<\/p>\n<p>Di sektor layanan teknis, seperti tukang ledeng, AS diperkirakan akan menghadapi kekurangan lebih dari setengah juta pekerja pada tahun 2027. Industri \u00a0<em>field services<\/em> (plumbing, HVAC, listrik) terbukti tahan resesi, menawarkan stabilitas karier yang dicari-cari. Dengan permintaan yang jauh melebihi pasokan, Gen Z yang memilih \u00a0<em>trades<\/em> tidak perlu &#8220;mengemis&#8221; pekerjaan. Sebaliknya, mereka direkrut dan diincar oleh industri yang putus asa untuk mengisi kekosongan, memungkinkan mereka menuntut gaji yang lebih baik dan jaminan pekerjaan yang lebih tinggi sejak hari pertama.<\/p>\n<p><strong>Menghindari <em>White-Collar Burnout<\/em> dan Mengejar Kepuasan Kerja<\/strong><\/p>\n<p>Gen Z dikenal memprioritaskan kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja, yang sering kali tidak mereka temukan dalam lingkungan <em>white-collar<\/em> tradisional. Survei menunjukkan bahwa <strong>83% pekerja <em>frontline<\/em> Gen Z di Amerika Utara merasa mengalami <em>burnout<\/em> yang parah<\/strong>, yang merupakan tingkat tertinggi di antara semua kelompok kerja. Mereka juga menolak mentalitas &#8220;grind&#8221; atau kerja keras tanpa batas, ditunjukkan dengan fakta bahwa 58% Gen Z lebih memilih waktu liburan tambahan daripada kenaikan gaji. Mereka menolak pekerjaan kantor 9-ke-5 yang kaku dan berpotensi menyebabkan stres.<\/p>\n<p>Sebaliknya, <em>skilled trades<\/em> menawarkan jalur yang lebih memuaskan secara psikologis. Para profesional <em>skilled trades<\/em> melaporkan tingkat kepuasan kerja yang sangat tinggi, dengan <strong>89% menyatakan kepuasan kerja tinggi<\/strong>. Angka ini jauh melampaui kepuasan kerja di profesi lain yang secara tradisional dianggap bergengsi, seperti pengacara (30 poin lebih tinggi) dan dokter (17 poin lebih tinggi). Pekerjaan ini memungkinkan individu untuk bekerja dengan tangan mereka dan melihat dampak nyata dan berwujud dari upaya mereka, sebuah <em>sense of accomplishment<\/em> yang sering hilang dalam pekerjaan administrasi berbasis layar yang abstrak.<\/p>\n<p><strong>Otonomi, Kewirausahaan, dan Progresi Karier<\/strong><\/p>\n<p>Struktur karier dalam <em>trades<\/em> sangat menarik karena menawarkan jalur kemajuan yang jelas dan peluang besar untuk otonomi dan kewirausahaan. Magang, yang merupakan komponen kunci, memungkinkan Gen Z untuk &#8220;menghasilkan uang sambil belajar&#8221; (<em>earning while learning<\/em>), seringkali dibayar oleh pemberi kerja. Magang ini mengintegrasikan mereka langsung ke dalam angkatan kerja, membangun koneksi dan pengalaman praktis dari Hari 1.<\/p>\n<p>Selain itu, pekerjaan <em>trades<\/em> seperti tukang listrik, tukang ledeng, atau HVAC sangat kondusif untuk menjadi wirausaha. Setelah mencapai status <em>master tradesman<\/em>, individu dapat memulai bisnis mereka sendiri dan menikmati fleksibilitas serta kemandirian yang tinggi, yang merupakan daya tarik kuat bagi generasi yang menghargai otonomi. Menariknya, Gen Z membawa kecakapan digital mereka ke sektor ini. Mereka mendorong <em>trades<\/em> ke abad ke-21 dengan menggunakan teknologi dan perangkat lunak manajemen konstruksi modern, membantu mendefinisikan ulang industri <em>blue-collar<\/em> sebagai sektor yang <em>tech-forward<\/em> dan inovatif.<\/p>\n<p><strong>Revolusi Budaya dan Peran Media Sosial<\/strong><\/p>\n<p>Faktor budaya telah memainkan peran penting dalam pergeseran ini, terutama melalui destigmatisasi <em>trades<\/em> yang didorong oleh platform digital.<\/p>\n<p><strong>Fenomena TradesTok dan <em>\u201dInstagrammable\u201d<\/em> Careers<\/strong><\/p>\n<p>Citra <em>trades<\/em> yang lama, sering dianggap sebagai &#8220;pekerjaan kotor dan rendah,&#8221; kini telah diubah. Media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, telah menjadi alat yang sangat efektif untuk <em>rebranding<\/em>. Dua dari tiga Gen Z melaporkan bahwa media sosial telah meningkatkan minat mereka pada <em>trades<\/em>. Dampaknya bahkan lebih langsung: hampir setengah (44%) profesional muda <em>trades<\/em> di seluruh dunia mengatakan media sosial secara langsung menginspirasi pilihan karier mereka.<\/p>\n<p>Fenomena <em>TradesTok<\/em> ini menampilkan konten yang autentik, menunjukkan kisah sehari-hari, peluang pendapatan, dan hasil fisik pekerjaan. Sebanyak 60% profesional \u00a0<em>trades<\/em> percaya bahwa profesi mereka menjadi &#8220;semakin &#8216;instagrammable'&#8221;. Influencer di sektor konstruksi secara aktif menyoroti jalur menuju gaji enam digit, magang serikat, dan keberhasilan di lokasi kerja. Melalui transparansi dan otentisitas, media sosial berfungsi sebagai \u00a0<em>reality check<\/em> yang menantang narasi akademis lama yang didominasi oleh universitas dan menggantikannya dengan narasi pragmatis tentang kemandirian finansial dan keterampilan yang terbukti.<\/p>\n<p><strong>Perubahan Persepsi dan Dukungan Orang Tua yang Bergeser<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun destigmatisasi sedang berlangsung, hambatan sosial tetap ada. Hampir setengah (42%) profesional <em>trades<\/em> muda masih mengidentifikasi stigma sosial sebagai hambatan utama, sementara 35% menunjuk pada kurangnya dukungan orang tua. \u00a0Namun, pandangan orang tua secara umum mulai bergeser. Mayoritas orang dewasa\u2014<strong>80% orang tua\u2014setuju bahwa mempelajari <em>skilled trade<\/em> bisa menjadi jalur yang lebih baik menuju keamanan ekonomi daripada kuliah<\/strong>. Namun, ada disonansi kognitif yang jelas: 77% orang tua masih mendorong anak-anak mereka untuk mengambil gelar S1 empat tahun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun orang tua mengakui nilai finansial \u00a0<em>trades<\/em> berdasarkan data ekonomi, mereka masih terikat pada prestise sosial lama yang melekat pada gelar sarjana. Gen Z, dengan fokus mereka pada hasil nyata, adalah generasi yang mendorong pemutusan siklus disonansi ini.<\/p>\n<p><strong>Nuansa, Kontradiksi, dan Implikasi Jangka Panjang<\/strong><\/p>\n<p>Analisis menyeluruh mengharuskan pengakuan terhadap kontradiksi dan tantangan yang menyertai pergeseran ini.<\/p>\n<p><strong>Paradoks Sentimen Gen Z terhadap Pendidikan Tinggi<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu temuan yang paling bernuansa adalah paradoks dalam pandangan Gen Z tentang pendidikan. Meskipun 51% lulusan Gen Z menyatakan penyesalan finansial atas gelar mereka , secara umum, \u00a083% Gen Z masih menganggap gelar sarjana itu penting atau cukup penting.<\/p>\n<p>Kesenjangan ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak menolak konsep pendidikan tinggi secara intrinsik. Sebaliknya, mereka menolak <em>delivery model<\/em> saat ini: terlalu mahal, terlalu lama, dan tidak memberikan relevansi kerja yang jelas untuk banyak bidang studi, terutama di bidang non-teknis. Artinya, jika institusi pendidikan tinggi dapat merestrukturisasi penawaran mereka\u2014misalnya, dengan secara radikal memangkas biaya, fokus pada program yang memiliki ROI tinggi (seperti Teknik, Ilmu Komputer, atau Keperawatan) , atau menawarkan sertifikat cepat\u2014mereka dapat menarik kembali Gen Z. Namun, institusi yang hanya menawarkan gelar S1 umum tanpa jalur karier yang jelas kemungkinan besar akan terus kehilangan pangsa pasar ke sekolah kejuruan, yang menawarkan jalur yang lebih cepat dan terjamin menuju pekerjaan.<\/p>\n<p><strong>Tantangan <em>Entry-Level<\/em> di Profesi Keahlian<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun potensi pendapatan jangka panjang di <em>trades<\/em> sangat tinggi (terutama bagi <em>journeyman<\/em> dan <em>master<\/em>), jalur tersebut bukannya tanpa tantangan, terutama di tingkat <em>entry-level<\/em>. Pekerjaan <em>trades<\/em> membutuhkan daya tahan fisik dan mental yang signifikan. Pekerja harus siap menghadapi tuntutan fisik, risiko cedera, dan jadwal yang sering dimulai sangat pagi.<\/p>\n<p>Selain itu, tidak semua pekerjaan <em>trades<\/em> menjanjikan imbalan yang instan. Sebuah tulisan tahun 2025 (WalletHub) menempatkan beberapa peran <em>trades<\/em> <em>entry-level<\/em> (seperti welder dan auto mechanic) di antara pekerjaan pemula yang kurang menjanjikan di AS. Ini menyiratkan bahwa prospek gaji enam digit bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari ketekunan dan kemajuan melalui program magang yang ketat. Kesuksesan Gen Z dalam <em>trades<\/em> sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk bertahan dalam periode magang yang menantang ini, yang memerlukan komitmen fisik dan mental yang tidak sedikit.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan dan Rekomendasi Strategis<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kesimpulan Utama: Konvergensi Krisis Kepercayaan dan Permintaan Pasar<\/strong><\/p>\n<p>Pergeseran dramatis Gen Z menuju <em>skilled trades<\/em> adalah konvergensi dari tiga tekanan makroekonomi utama:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kegagalan Finansial Pendidikan Tinggi:<\/strong> Biaya kuliah yang tidak terkendali dan utang mahasiswa yang menghambat pertumbuhan karier telah menyebabkan mayoritas lulusan Gen Z merasa gelar mereka tidak bernilai.<\/li>\n<li><strong>Kekhawatiran Otomasi:<\/strong> Kecemasan akan AI dan menyusutnya peran <em>entry-level white-collar<\/em> telah mendorong Gen Z untuk mencari karier yang tahan terhadap otomatisasi, yaitu pekerjaan tangan dan keterampilan praktis.<\/li>\n<li><strong>Kebutuhan Pasar yang Mendesak:<\/strong> Kekurangan tenaga kerja terampil yang parah di sektor-sektor penting seperti konstruksi dan infrastruktur menawarkan keamanan kerja dan gaji yang kompetitif segera setelah pelatihan singkat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gen Z menunjukkan dirinya sebagai generasi yang sangat pragmatis, secara cerdas memilih jalur dengan ROI finansial yang paling jelas, jaminan pekerjaan yang tinggi, dan kepuasan kerja yang lebih nyata, mengubah jalur karier non-tradisional menjadi pilihan arus utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Table 2: Sentimen Gen Z terhadap Nilai Pendidikan dan Pilihan Karier (AS)<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Metrik Sentimen\/Pilihan<\/strong><\/td>\n<td><strong>Persentase Gen Z<\/strong><\/td>\n<td><strong>Konteks &amp; Implikasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Menganggap Gelar adalah &#8220;Pemborosan Uang&#8221;<\/td>\n<td>51% (Lulusan)<\/td>\n<td>Mayoritas lulusan Gen Z menyesali investasi finansial mereka.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Minat Mempertimbangkan <em>Skilled Trades<\/em><\/td>\n<td>55%<\/td>\n<td>Memvalidasi klaim &#8220;separuh Gen Z&#8221; memilih alternatif dari pekerjaan kantoran.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Yakin AI Membuat Gelar Tidak Relevan<\/td>\n<td>45%<\/td>\n<td>Kekhawatiran yang mendorong pencarian pekerjaan yang tahan otomatisasi.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kenaikan Minat karena Media Sosial<\/td>\n<td>67%<\/td>\n<td>Media digital adalah pendorong budaya terbesar dalam mengubah citra <em>trades<\/em>.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kepuasan Kerja Tinggi di <em>Trades<\/em><\/td>\n<td>89%<\/td>\n<td>Menunjukkan jalur karier ini memenuhi kebutuhan Gen Z akan pekerjaan yang memuaskan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Masih Menganggap Kuliah Penting<\/td>\n<td>83%<\/td>\n<td>Menunjukkan kritik adalah terhadap biaya\/struktur, bukan terhadap nilai pendidikan secara umum.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Rekomendasi Strategis untuk Institusi Pendidikan Tinggi (PHE)<\/strong><\/p>\n<p>Institusi pendidikan tinggi harus melakukan restrukturisasi mendasar untuk membuktikan kembali nilai mereka kepada Gen Z:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Revitalisasi Model Biaya:<\/strong> Institusi harus secara radikal memangkas biaya atau menawarkan program yang terikat dengan hasil kerja terukur. Model &#8220;earn-while-you-learn&#8221; yang meniru magang <em>trades<\/em> perlu dikembangkan untuk mengurangi risiko finansial mahasiswa.<\/li>\n<li><strong>Fokus pada ROI yang Jelas:<\/strong> Institusi harus berfokus pada program yang secara historis memiliki ROI tinggi, seperti Engineering, Computer Science, dan Allied Health (yang memproyeksikan 1.9 juta bukaan per tahun). Program gelar sarjana dengan ROI negatif, seperti liberal arts tanpa spesialisasi terapan, perlu dievaluasi ulang secara ketat.<\/li>\n<li><strong>Prioritaskan Keterampilan Terapan dan Sertifikasi:<\/strong> Pendaftaran di program sertifikat dan <em>associate degree<\/em> kejuruan mengalami pertumbuhan signifikan. Institusi perlu memperluas penawaran pelatihan kejuruan yang fleksibel dan cepat agar dapat bersaing secara langsung dengan <em>trade schools<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah dan Pembuat Kebijakan Tenaga Kerja<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah AS perlu mengakui dan mendukung pergeseran ini sebagai solusi terhadap kesenjangan keterampilan nasional.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Re-alokasi Dana Pendidikan:<\/strong> Dana federal harus dialihkan dari insentif gelar S1 yang tidak efektif ke investasi yang lebih besar dalam program pengembangan tenaga kerja, magang, dan sekolah teknik.<\/li>\n<li><strong>Modernisasi Kurikulum K-12:<\/strong> Harus ada upaya terkoordinasi untuk menghilangkan bias yang mempromosikan gelar S1 sebagai satu-satunya jalur sukses, dengan mengintegrasikan pelatihan <em>skilled trades<\/em> dan <em>vocational<\/em> di sekolah menengah dan menyoroti jalur non-akademik yang berpotensi menghasilkan pendapatan tinggi.<\/li>\n<li><strong>Peningkatan Kualitas Kerja <em>Trades<\/em>:<\/strong> Pemerintah perlu memastikan bahwa pekerjaan <em>trades<\/em> menawarkan standar kualitas kerja yang tinggi, termasuk penekanan yang lebih besar pada keselamatan kerja (standar OSHA) dan jalur kemajuan karier yang jelas untuk menjamin keberlanjutan daya tarik profesi ini.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Rekomendasi untuk Industri dan Pemberi Kerja (<em>Trades<\/em>)<\/strong><\/p>\n<p>Industri <em>trades<\/em> harus mempertahankan momentum perekrutan ini melalui inovasi dan modernisasi citra.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Memanfaatkan <em>Digital Branding<\/em>:<\/strong> Industri harus secara aktif mendukung dan mensponsori upaya destigmatisasi melalui platform digital. Mereka harus menyoroti aspek teknologi, stabilitas finansial, dan peluang kewirausahaan yang ditawarkan <em>trades<\/em>.<\/li>\n<li><strong>Akselerasi Magang Berbayar:<\/strong> Program magang harus diperluas dan diiklankan secara agresif sebagai jalur di mana peserta didik segera menghasilkan pendapatan sambil mendapatkan keterampilan, secara efektif menghilangkan hambatan finansial <em>entry-level<\/em>.<\/li>\n<li><strong>Adopsi Teknologi Lanjutan:<\/strong> Industri harus terus mengadopsi alat dan perangkat lunak modern (seperti <em>construction management software<\/em>) untuk menunjukkan bahwa <em>trades<\/em> adalah karier profesional abad ke-21 yang memanfaatkan kecakapan digital Gen Z, bukan hanya tentang tenaga manual.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengantar dan Validasi Fenomena &#8220;Toolbelt Generation&#8221; Tulisan ini menyajikan analisis mendalam mengenai perubahan signifikan dalam lanskap tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang didorong oleh preferensi karier Generasi Z (Gen Z). Data yang terkumpul memvalidasi klaim bahwa sebagian besar Gen Z kini melihat profesi keahlian (skilled trades) sebagai jalur karier yang lebih pragmatis dan menjanjikan daripada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1068,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana - Sosialite :<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana - Sosialite :\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengantar dan Validasi Fenomena &#8220;Toolbelt Generation&#8221; Tulisan ini menyajikan analisis mendalam mengenai perubahan signifikan dalam lanskap tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang didorong oleh preferensi karier Generasi Z (Gen Z). Data yang terkumpul memvalidasi klaim bahwa sebagian besar Gen Z kini melihat profesi keahlian (skilled trades) sebagai jalur karier yang lebih pragmatis dan menjanjikan daripada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sosialite :\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-27T08:34:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-27T08:36:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"870\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"870\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be\"},\"headline\":\"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana\",\"datePublished\":\"2025-09-27T08:34:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-27T08:36:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066\"},\"wordCount\":2736,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png\",\"articleSection\":[\"Gaya Hidup\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066\",\"name\":\"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana - Sosialite :\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png\",\"datePublished\":\"2025-09-27T08:34:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-27T08:36:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png\",\"width\":870,\"height\":870},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sosialite.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/\",\"name\":\"Sosialite :\",\"description\":\"Fashion, Food and Fun\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sosialite.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#organization\",\"name\":\"Sosialite :\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png\",\"width\":518,\"height\":171,\"caption\":\"Sosialite : \"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sosialite.com\"],\"url\":\"https:\/\/sosialite.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana - Sosialite :","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana - Sosialite :","og_description":"Pengantar dan Validasi Fenomena &#8220;Toolbelt Generation&#8221; Tulisan ini menyajikan analisis mendalam mengenai perubahan signifikan dalam lanskap tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang didorong oleh preferensi karier Generasi Z (Gen Z). Data yang terkumpul memvalidasi klaim bahwa sebagian besar Gen Z kini melihat profesi keahlian (skilled trades) sebagai jalur karier yang lebih pragmatis dan menjanjikan daripada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066","og_site_name":"Sosialite :","article_published_time":"2025-09-27T08:34:59+00:00","article_modified_time":"2025-09-27T08:36:44+00:00","og_image":[{"width":870,"height":870,"url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be"},"headline":"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana","datePublished":"2025-09-27T08:34:59+00:00","dateModified":"2025-09-27T08:36:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066"},"wordCount":2736,"publisher":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png","articleSection":["Gaya Hidup"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066","url":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066","name":"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana - Sosialite :","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png","datePublished":"2025-09-27T08:34:59+00:00","dateModified":"2025-09-27T08:36:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sosialite.com\/?p=1066"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#primaryimage","url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png","contentUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/trade.png","width":870,"height":870},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sosialite.com\/?p=1066#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sosialite.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pergeseran Tenaga Kerja AS: Analisis Pilihan Generasi Z terhadap Profesi Keahlian (Skilled Trades) dan Krisis Kepercayaan Gelar Sarjana"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#website","url":"https:\/\/sosialite.com\/","name":"Sosialite :","description":"Fashion, Food and Fun","publisher":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sosialite.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#organization","name":"Sosialite :","url":"https:\/\/sosialite.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png","contentUrl":"https:\/\/sosialite.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/sosiali.png","width":518,"height":171,"caption":"Sosialite : "},"image":{"@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/4c18224b80a84e5a6877b9ba8906b7be","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sosialite.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60224383fcbf68566f610681d5b7875153e909c1d2a4d4a9875c4f3e51af85d8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/sosialite.com"],"url":"https:\/\/sosialite.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1066"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1067,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1066\/revisions\/1067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sosialite.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}